Meniran anggota famili Euphorbiaceae tenyata kaya senyawa aktif. Diantaranya mengandung alkaloid, astragalin, asam karbosilat, brevifolin, korilagin, asam elagat, elagitanin, filatin dan fillantenol. Sehingga meniran dapat diolah menjadi obat untuk menyembuhkan beberapa jenis penyakit dan juga digunakan untuk memperkuat sistem imun. Uji klinis membuktikan bahwa meniran tokcer dalam mengatasi Hepatitis B. meniran dapat menghambat kinerja polimerisasi DNA oleh virus Hepatitis B dan mengikat antigen virus itu. Selain itu juga ampuh untuk mengatasi asma, herpes, ISPA dan keputihan bagi wanita. Dikalangan herbalis, meniran dikenal sebagai "imunomodulator" atau imuno stimulan alias penguat sistem kekebalan tubuh. Maka dengan mengkonsumsi meniran adalah salah satu kiat mencegah serangan penyakit.
Kembang kertas merupakan tanaman asli Meksiko. Banyak ditemukan pada ketinggian 1400 m dpl. Kembang kertas tumbuh secara bergerombol dan menyukai tempat terbuka dengan intensitas cahaya matahari penuh. Kembang kertas termasuk sebagai tanaman menahun yang tumbuh tegak dengan ketinggian 40-60 cm. Daun berwarna hijau dan letaknya berhadapan, helai daunnya berbentuk memanjang dengan ujung meruncing, tepi rata dengan tulang daun melengkung. Warna bunga kembang kertas beraneka ragam, dari merah tua, pink, kuning, dan keunguan yang keluar dari ujung batang. Perbanyakan tanaman kembang kertas ini dengan menggunakan biji yang telah mengering.
Jumat, 05 November 2010
Senin, 25 Oktober 2010
Aneka Olahan Krissan
| Chrysanthemum Exhibition |
Bunga krisan (Chrysanthemum indicum) yang selama ini hanya sebagai penghias taman ternyata mempunyai manfaat bagi kesehatan. Kandungan kimiawi krisan antara lain minyak trigliserida, terpenoid dan kar
otenoid. Daun dan bunga krisan mengandung saponin, daunnya mengandung alkaloida dan tanin, dan bunganya mengandung minyak atsiri. Minuman yang terbuat dari daun dan bunga krisan dapat mengobati flu, demam, sakit kepala dan hipertensi.
Daun dan bunga krisan juga dapat diolah menjadi aneka olahan seperti teh dan sirup krisan. Dapat juga dibuat keripik dan puding. Hal ini merupakan peluang bisnis baru untuk menambah pendapatan.
http://www.litbang.deptan.go.id
http://www.litbang.deptan.go.id
Minggu, 17 Oktober 2010
Annona squamosa sebagai pengusir lalat
Banyak lalat yang hinggap di makanan membuat kita merasa kesal. Tapi jangan kuatir, masalah lalat ini bisa diatasi. Biji srikaya (Annona squamosa) yang mengandung squamosin ini mampu mengusir lalat. Caranya dengan mencampurkan tepung biji srikaya, susu dan gula pasir dengan perbandingan 1 : 4 : 4. Ini akan mampu membunuh lalat. Karena dalam tepung biji srikaya ini memiliki nilai LC (lethal concentration) atau konsentrasi mematikan sebesar 31,6% dalam waktu 24 jam.
Biji Annona squamosa ini juga dapat digunakan sebagai insektisida nabati. Dengan kandungan squamosin itu dapat menghambat pembentukkan energi pada mitokondria wereng. Tetapi memang reaksinya tidak secepat pestisida kimia.
Jumat, 08 Oktober 2010
Daun Pepaya Untuk Pithecellobium jiringa
Keracunan asam jengkolat yang terdapat pada jengkolan (Pithecellobium jiringa) adalah ancaman serius bagi penggemarnya. Gejala yang timbul biasanya nyeri pinggang, kepala pusing, mual, muntah dan bau tidak sedap ketika ber-urine. Jika dibiarkan terus menerus maka bisa menyebabkan fungsi ginjal menurun, yang merupakan cikal bakal penyakit gagal ginjal. Bila tanda-tanda itu muncul, maka segeralah makan rebusan pucuk daun pepaya dan buah pepaya muda yang masih mentah. Keduanya ini dapat mengatasi gejala yang timbul akibat keracunan jengkolan. Karena dalam daun pepaya terdapat enzim papain yang dapat membantu pencernaan protein dan menetralisir asam jengkolat.
Senin, 27 September 2010
Cinnamomum verum
Nyamuk Aedes aegypty adalah penyebab demam berdarah terus mengintai. Tempat - tempat air yang bersih adalah ruang untuk berkembangbiak baginya. Dan ternyata penggunaan serbuk kayu manis mampu untuk mengatasi perkembangbiakannya. Caranya adalah dengan menaburkan 5 gram serbuk Cinnamomum verum pada setiap satu liter air dalam bak mandi. Menurut seorang peneliti dari Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Aromatik, membuktikan bahwa pada konsentrasi 0,5 - 1 % serbuk rempah beraroma manis pedas itu menyebabkan 90 - 100 % kematian jentik nyamuk setelah 4 jam pemberian. Jadi boleh dicoba, selain anti demam berdarah, nyamuk hilang dan badan bisa harum karena mandi rempah.
Kamis, 16 September 2010
Alga Untuk Logam Berat
Logam berat seperti timbel, kadnium dan uranium sangat berdampak buruk bagi kesehatan. Celakanya limbah industri itu malah kerap dibuang atau digelontorkan ke perairan. Ikan, udang dan semua yang hidup diperairan itupun tercemar. Bila dikonsumsi, maka bisa mengganggu kesehatan, bisa memicu tumor dan kanker.
Berdasarkan para periset, ternyata golongan alga, bakteri, ragi dan cendawan, ternyata mampu menetralisir logam berat di perairan. Cendawan Rhizomucor miehi (biasa untuk membuat keju) ternyata mampu menyerap 96% tembaga. Ganggang Ecklonia radiata, mampu menyerap 90% kadmium dan 95% ion tembaga serta 100% ion timbel.
Mikroorganisme itu menetralkan logam berat melalui pembentukkan ikatan kimia yang stabil dan mengubah ion logam berat yang semula meracuni lingkungan menjadi senyawa netral yang aman.
Jumat, 03 September 2010
Gladiol
Bunga gladiol beraneka warna, merah muda, merah tua, oranye, putih dan lainnya. Jenis gladiol yang saat ini digandrungi adalah Dayang Sumbi, yang berwarna merah cerah, dengan tepi bunga sedikit keriting. Letak bunga pada tangkai tegak, sementara jumlah bunga per tangkai adalah 13 kuntum. Tangkai bunga berwarna hijau, sedangkan warna daun hijau tua, dengan jumlah daun 6 helai. Tanaman gladiol berbunga pada umur 12-14 minggu sejak tanam. Ketepatan panen ditandai dengan 1 atau 2 floret (kuntum bunga) terbawah yang terlihat jelas tapi belum mekar. Waktu panen pagi hari. Cara panen, gunakan pisau tajam untuk memotong pangkal tangkai bunga dengan menyertakan 2 atau 3 daun. Tapi bunga gladiol ini mudah layu dan rusak. Maka, perlu dilakukan pengawetan. Caranya, siapkan 5 persen larutan sukrosa, 300 ppm hidroquinon, dan 300 ppm asam sitrat. Rendam pangkal tangkai bunga selama sekitar 6 jam. Cara lain, rendam tangkai bunga gladiol ke dalam 0,5 mm larutan perak tiosulfat selama 10 menit, dan kemudian rendam dalam 20 % larutan sukrosa selama 24 jam. Setelah diawetkan, kemas dalam bungkus kantong polietilen.
(diambil dr berbagai sumber)
Langganan:
Postingan (Atom)